Sabtu, 13 November 2010

jujur :)

Kehidupan adalah rahasia kekuasaan Tuhan, kadang bahagia dan kadang menderita, ada tangisan air mata dan sebentar kemudian gema gelak tawa menutupinya, ada keindahan ada juga kesuraman, hendaknya semua itu kita sadari dengan segala kerendahan hati.

Jika kejujuran kita membuat resah hati seseorang, jika keterusterangan kita mengganggu tidur malam seseorang, jika apa yang keluar dari suara hati ini menjadikan diri orang lain tersakiti. Maka mohonlah maaf padanya, atas ketidak kuasaan hati untuk memendam perasaan.

Cinta tidak memerlukan kesempurnaan, yang cinta perlukan hanyalah sebuah kejujran. Ketika kita jujur mencintai seseorang siapapun itu, maka akan selalu ada jalan lain menuju cinta. Meski kadang untuk kesana kita harus menemui banyak ganjalan dan rintangan. Kadang kita tidak bisa langsung melalui jalan utama. Kadang malah kita harus berhenti dulu atau malah memutar arah. Tapi akan selalu ada jalan lain menuju cinta terutama kepada mereka yang JUJUR dan percaya tentang cinta.

Kejujuran memang berat, dan terkadang kita dibuat tidak berdaya dan serba salah dengan kejujuran itu sendiri. Antara ya dan tidak, antara suka dan benci, antara menerima dan menolak, antara mengakui dan menutupi, sulit memang untuk bisa mengatakan “tidak” tanpa harus menyakiti kesucian hati.

Terkadang gue sendiri juga bingung, apakah juga dikatakan kejujuran meski menyakiti perasaan, kalau perasaan orang sedih karena kejujuran gue, sementara itu merupakan hal yang benar yang gue lakukan, mengapa orang itu tidak membuat gue sedih karena kejujurannya? Dan jika merupakan kesalahan, mengapa lo malah berbohong untuk kesedihan gue? Bukankah itu lebih menyakitkan. Kalau lo tidak mencintai gue mengapa harus berkata sayang, kalau lo menyayangi gue mengapa lo lupain gue, dan saat gue belajar untuk lupain lo justru lo malah datang lagi.
sebenarnya apa yang mau lo lakukan ke gue? Kalau lo mau main2, kenapa harus perasaan yang jadi korban? Kalau lo mau berteman, kenapa begitu mesra sama apa yang terucapkan? Kalau lo mau bercanda dan tertawa, mengapa hati selalu lo bawa serta? Kalau lo ingin bersahabat, kenapa lo begitu berhasrat hanya sekedar untuk curhat?. Kalau lo merasa kasihan sama gue, maka kasihlah apa yang gue butuhin bukan malah kebohongan. Kalau lo gak tega, maka bantulah gue semampu lo bisa, bukan malah menyiksa dengan kemesraan ungkapan kata-kata.

Yang terjadi biarlah terjadi, Karena, hanya itu yang sanggup gue ucapkan sebagai wujud kepasrahan akan kehendak yang telah Dia berikan, sebagai wujud rasa syukur karena, gue sanggup berkata jujur kepada lo. Ketahuilah, apapun yang telah lo katakan sama gue, gue menerimanya dengan segala kerendahan hati, Karena, gue sendiri sadar dengan segala kekurangan dan kekhilafan ini. Tak ada marah dalam hati, tak ada kesal membakar jiwa, tak ada dendam menghasut sukma, dan tak ada putus asa menindih cita. gue hanya memohon semoga diri ini senantiasa bisa jujur kepada lo, berterus terang dengan perasaan yang gue alami, dan berkata apa adanya tentang gue di depan lo. Hanya itu yang sementara ini gue ingini, belajar untuk bisa melakukan KEJUJURAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar